Legenda Vespa Congo

Minggu, 12 September 2010

congo_12

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa untuk berdamai maka mulailah perang.  Akhir sebuah peperangan ataupun konflik di sebuah wilayah selain membuahkan perdamaian, kadang juga tidak pernah terduga.  Keadaan yang tidak terduga ini dapat berupa macam-macam bahkan tidak masuk akal, diantaranya adalah semakin populernya salah satu jenis kendaraan roda dua yakni Vespa.

 

Seperti telah kita sama-sama ketahui, perang yang berkecambuk di benua Afrika dalam dekade 1960an memberikan dampak yang irasional terhadap popularitas Vespa khususnya di tanah air tercinta ini.  Sebagai bagian dari kepedulian Bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia, maka setelah berakhirnya Perang Congo (negara ini beberapa kali berganti nama Congo, Zaire, Congo) tanggal 31 Juli 1960 PBB mendaulat Republik Indonesia untuk mengirimkan pasukannya guna menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Negara Congo.  Wujud kepedulian yang tinggi atas perdamain di muka bumi, Bangsa Indonesia mengutus pasukan terbaiknya ke Congo dengan sandi Pasukan Garuda Indonesia melalui beberapa kali pendaratan.

Setelah tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian diselesaikan, Pasukan Garuda Indonesia menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia, dimana salah satunya berupa Vespa (dari beberapa sumber mengatakan bahwa dalam pemberian itu juga ada yang berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit).  Terlihat disini Vespa sesungguhnya telah mengikat kita (para scooteris) dengan bangsa kita dalam kancah internasional, walaupun tidak pernah tertulis dalam tinta emas sejarah republik ini.

Menarik disimak bahwa penghargaan Vespa tersebut juga tidak terlepas dari tradisi dalam dunia kemiliteran.  Beberapa sumber mengatakan bahwa untuk Vespa yang berwarna hijau 150cc ditujukan bagi tentara yang lebih tinggi tingkat kepangkatannya, sementara yang berwarna kuning dan biru 125cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah.  Selain itu guna melengkapi jati diri atas Vespa dimaksuk juga disematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan, pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargan yang menyertainya.

Setelah itu maka pada tahun-tahun tersebut ramailah Vespa dengan sebutan Vespa Congo berseliweran di jalan-jalan, sebuah Vespa baru yang menambah tipe Vespa sebelumnya telah hadir.  Kondisi ini ternyata juga memberikan dampak positif bagi penjualan Vespa di tanah air saat itu.

Vespa Congo yang berbentuk bulat telah memberikan konstribusi berupa iklan gratis bagi importir Vespa di Indonesia.  Perkembangan ini kemudian menimbulkan semacan stigma disini bahwa Vespa yang berbentuk bulat ya Vespa congo.

Jadi jangan heran apabila saat ini generasi sebelum kita menyebut Vespa bulat dengan sebutan Vespa Congo, walaupun Vespa yang dimaksud sesungguhnya adalah Vespa keluaran tahun 1962 atau Vespa keluaran tahun 1965. 

Seiring dengan perjalanan waktu maka mulailah sebuah evolusi kepunahan atas Vespa Congo di tanah air terjadi.  Banyak sebab yang menjadikan hal tersebut terjadi, seperti telah dijualnya Vespa dimaksud oleh pemilik aslinya atau ada beberapa bagian yang rusak berat sehingga sangat sulit untuk diperbaiki.  Hal ini mengingat terbatasnya jumlah Vespa jenis tersebut yang disebabkan keberadaanya juga sangat signifikan dengan jumlah tentara kita yang menerimanya. 

walaupun penulis pernah menemui Vespa jenis tersebut yang bukan milik Pasukan Garuda Indonesia (sepertinya pernah juga Vespa jenis tersebut masuk ke Indonesia melalui importir Vespa waktu itu), namun tetap saja pasokan akan suku cadang maupun hal-hal lain yang menyertainya, seperti spakbor depan atau speedo meternya sangat minim tersedia.  Tidak demikian halnya dengan Vespa jenis lain yang masih banyak diproduksi walaupun oleh rumah produksi lokal.

Dengan kondisi tersebut diatas maka Vespa Congo mulai masuk daftar sebagai salah satu The Most Wanted Vespa in Indonesia, yang dijadikan tunggangan scooteris maupun sebagai barang koleksi bagi kolektor Vespa.

 

 

SAUDARA KANDUNG VESPA CONGO

1962-125vnb4-high

Salah satu keunikan Vespa Congo adalah Vespa jenis tersebut tidak diproduksi oleh Italy melainkan oleh German.  Dengan berbahan baku plat baja yang lebih keras daripada Vespa bulat umumnya, Vespa Congo memiliki tingkat kelengkapan lebih daripada Vespa made in Italy yang umum beredar di Indonesia (VBB1T maupun VBB2T).  Vespa 150 Vespa Congo adalah bukti penetrasi scooter produk Italy yang merambah dunia.  Untuk dapat mengetahui hal ini dapat dimulai dari perkembangan Vespa di German.

 

Jacob Oswald Hoffmann adalah pemilik pabrik sepada di Lintorf, sebuah kota yang terletak di Utara Dusseldorf.  Dia membangun sendiri pabrik tersebut dengan membeli sebidang tanah yang diatasnya telah berdiri beberapa gedung bekas pabrik pacul/cangkul setelah berakhirnya perang.  Suatu ketika peda awal 1949 ia mendapati beberapa foto Vespa hasil jepretan wartawan berada diatas meja kerjanya.  Dari sini ada perbedaan yang fundamental, kemudian Hoffman mencari tahu lebih banyak mengenai objek foto tersebut.

 

Kesempatan datang saat di Frankfurt Show, dimana Hoffmann dan Vespa bertemu langsung untuk pertama kalinya.  Dari sana kemudian Hoffmann berkeinginan membangun pabrik Vespa di Lintorf.  Ia kemudian mengajukan kepada Piaggio untuk diberikan lisensi membangun Vespa bagi pasar German.

Piaggio sangat mendukung permintan Hoffmann tersebut.  Mereka kemudian melihat secara langsung kemungkinan akan pasar Vespa di German dan mendapatkan bahwa Vespa dapat diterima oleh pasar German.  Langkah berikutnya adalah mereka mengadakan pendekatan kepada beberapa importir, akan tetapi para importir tersebut tidak ada yang berminat.  Penundaan ini diminimalisir dengan mempercepat penandatanganan kesepakatan kerjasama diantara keduanya, dan mulailah Hoffmann sebagai pemilik lisensi utama atas produk Vespa untuk seluruh German Barat juga sebagai pasar Vespa di bagian Utara negara tersebut dan berhak atas export ke Belanda, Belgia serta Denmark.  Pertanggung jawaban penjualan untuk wilayan bagian Selatan negara tersebut ditangani oleh Vespa Marketing GmbH di Frankfurt.

 

Vespa ternyata cepat populer di German, media massa mengangkatnya sebagai produk yang inovatif dan stylis serta memuji Piaggio atas ciptaannya berupa kendaraan transportasi roda dua yang sangat menarik.  Tahun 1953, pabrik Hoffmann telah memproduksi lebih dari 400 unit Vespa setiap minggunya.  Akan tetapi memasuki tahun-tahun berikutnya angka produksi menurun hingga setengahnya.  Dalam kondisi perekonomian German yang tidak menguntungkan tersebut, Hoffmann percaya akan jalan keluarnya yaitu tetap pada jalur kompetisi dan ia menciptakan Vespa dengan performa yang lebih bagus.

 

Kemudian ia menciptakan Vespa dengan sebutan model Konigin yang terlihat gagah dengan ditambahkan sentuhan chromm serta lampu depan dan lain sebagainya.  Biaya pengembangan Konigin ternyata sangat mahal, dan membahayakan kondisi keuangan Hoffmann.  Pembuatan scooter jenis baru lainnya juga menjadikan kerjasama antara Hoffmann dengan Piaggio terputus, memasuki awal tahun 1955 kongsi keduanya bubar.

 

Piaggio kemudian menjalin hubungan dengan Messerschmitt Co. yang kemudian mengeluarkan produksi Vespa pertamya di tahun 1955.  Mereka mengeluarkan dua model yaitu 150 Touren dan GS yang diklaim lebih dahsyat. Vespa 150GS Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann.  Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957.

Setelah itu berdirilah Vespa GmbH Augsburg, perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt.

Kedua model yang dibuat saat kongsian dengan Messerchmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi.  Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958.  Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan scooter dan diproduksinya yang sudah tidak terlalu banyak.  Pada kelanjutannya German kemudian mengimpor Vespa langsung dari Italy.

Dari uraian tersebut diatas dimanakah saudara kandung Vespa Congi kita sebenarnya? Ada beberapa hal yang patut diperhatikan disini, yaitu, pertama dari sisi tahun kerjasama antara Piaggio dengan beberapa perusahaan di German dan kedua dari sisi tahun serta nomor produksi yang menyertai Vespa Congo itu serndiri.  Dari penelusuran penulis terhadap beberapa Vespa Congo yang ada berdasarkan tahun keluaran dalam BPKB adalah tahun 1958 hingga 1963, hal ini sangat sinkron apabila dikaitkan dengan selesainya tugas Pasukan Garuda Indonesia saat menjadi pasukan penjaga perdamaian di Congo.  Untuk kurun waktu tersebut maka kerjasama antara Piaggio dengan Hoffmann tidak masuk hitungan.  Hal ini disebabkan kongsian keduanya bubar di tahun 1955 dan produk dari kerjasama kedua berbentuk Vespa dengan model stang sepeda dan menggunakan Fender Light.  Vespa 125 Kerjasama kedua Piaggio di German bersama Messerschmitt.  Dari kerjasama inilah keluar produk Vespa GS yang sering disebut di Indonesia GS versi German dan 150 Touren yang merupakan cikal bakal Vespa Congo kita, akan tetapi kongsian itupun tidak bertahan lama karena di tahun 1957 mereka bubar.  Namun pengembangan GS dan 150 Touren terus berlanjut, saat Piaggio kerjasama dengan Martial Fane Organization dengan mendirikan Vespa GmbH Ausgsburg 1958, dari kerjasama inilah kemudian lahir apa yang kita sebut sebagai Vespa Congo.

 

 

Ciri khas Vespa Congo yang membedakan dengan Vespa sejenisnya

  1. Spakboard bulat tidak ada sambungannya seperti vespa umumnya.
  2. Ring (pelek/teromol) 10 inchi.
  3. Punya tonjolan seperti tombol/saklar di sambungan koplingnya (posisi setang sebelah kiri).
  4. Spidometer kotak & agak besar (berbeda dengan spidometer VNA/VNB).
  5. Ada lambang garuda di body depan sebelah kiri (sekarang jarang yang ada).
  6. Di atas spidometer ada lampu kecil seperti lampu cabe.
  7. Nomor mesin diawali dengan kode VGLB.
  8. Satu ciri khas terpenting adalah di BPKB tercantum tulisan ex Brigade Garuda III.

Sejarah Vespa

Senin, 23 Agustus 2010


clip_image001[4]
Sebagian motormania sepakat bahwa hanya ada satu jenis sepeda motor yang mereka anggap paling seksi.  Vespa-lah kendaraan yang dimaksudkan.  Boleh saja Anda tidak setuju.  Tapi, cobalah pandangi tampilan motor buatan Italia itu dengan seksama.  Inilah satu-satunya jenis motor yang berbentuk unik, semua bagian ‘tubuhnya’ cenderung membulat dengan buntut mirip lekuk penari jaipong.
Lalu, karena bentuknya yang khas itulah, Vespa muncul sebagai salah satu motor terpopuler dan bahkan melegenda di dunia.  Popularitas Vespa mulai menggila sejak pertengahan tahun 1950-an.  Padahal, saat itu usia produk motor beroda kecil ini belum lebih sepuluh tahun.  Piaggio, produsen motor ini, mengumumkan telah mampu memperdagangkan lebih dari 15 juta unit motor pada tahun 1956 ke seluruh dunia.
Paling menarik, sejumlah nama artis beken internasional saat itu sangat akrab dengan nama Vespa.  Mereka antara lain  adalah John Wayne, Henry Fonda, dan Jean Paul Belmondo.  Termasuk juga Ursula Andress yang malahan pernah menjadi bintang iklannya.
 
Lebih seabad silam, tepatnya 1884, Enrico Piaggio pengusaha muda berdarah Italia memulai usahanya di bidang pesawat terbang.  Dua puluh tahun kemudian, usahanya itu bangkrut.  Dasar bersemangat baja dalam dunia bisnis.  Piaggio pantang menyerah.  Lalu, dimulailah merancang industri alat transportasi dengan alternatif tersebut ditemukan.  Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong.  Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.
Hasilnya, munculah pertama kali produk motor dengan seri P108.  Kendaraan ini berteknologi sederhana tapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah)  karena bentuk kerangkanya.  Akibat tampilannya itu, motor ini lebih sering dinyatakan sebagai Wespe atau Vespa, yang artinya memang bintang penyengat.
 
ph-10030
Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ‘kaki lima’ merancang papan penutup kaki pada bagian depan.  Proyek ini langsung dipimpin ahli teknik konstruksi terkenal di Italia kala itu, Corradino d’Ascanio.
Karena hak paten pun segera dapat mereka kantongi.  Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino.  Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek).  Maka, d’Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.
Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Perancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brasilia, dan India.  Selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng.  Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mangambil mesin Bajaj.  Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super.  Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa.  Maka pada tahun 1950 munculah Vespa 125cc buatan Jerman.
Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa.  Tapi ternyata mereka tak sedikitpun mampu menyaingi Piaggio.  Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU.  Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960an.
47)al_s
Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya.  Bahkan saat mereka terbilang melakukan ‘revolusi’ bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat.
Vespa 150 GS Produk 150 GS kala itu dikenal sebagai Vespamore  dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an,  Memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu.  Tapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat dan sekel.
Perkembangan selanjutnya Vespa diarahkan pada bentuk sportif yang nampak pada produknya di tahun 1951.  Dan produk tersebut sempat mendapat medali emas untuk kategori motor Sportif di Eropa.  Dan aktualisasi sportif-nya terbukti dengan pecahnya rekor kecepatan 171 km/jam untuk kendaraan Vespa bermesin 125 cc.  Dan sejak itulah para Vespamania terlihat sering berkonvoi keluar kota secara berombongan.
Khusus Lambretta, sebenarnya diproduksi lebih tua dari Vespa, tapi sempat terhenti produksinya.  Tatkala Vespa berproduksi, Lambretta pun keluar lagi.  Hanya saja, posisi mesinnya berbeda dengan Vespa.  Vespa bermesin disamping, sedangkan Lambretta ada di tengah.  Untuk yang buatan Jerman, jenis scooter-nya bernama NSU Prima.  Selain itu, DKW juga memproduksi jenis scooter-nya pula.  Ternyata, Jepang pun tak ingin ketinggalan dalam memproduksi motor jenis scooter ini.  Di tahun 1960-an, Jepang mengeluarkan jenis scooter Rabbit-nya.
   image
Selain Vespa ,di Italia ada beberapa produsen motor yang memproduksi jenis scooter ini.  Di masa sekarang, bahkan mereka menghasilkan scooter berkecepatan tinggi.  Contohnya jenis scooter yang di Itali dikenal Velocivero pablikan Italjet.  Konon, scooter inilah tergolong jenis tercepat di dunia.  
image  image
Kecepatannya melebihi 180 kilometer per jam.  Di Indonesia, ada pula jenis seperti ini dipasarkan oleh Aprilia dengan nama Italjet Dragster.  Selain itu, Cagiva pun kini menelurkan jenis scooter-nya yang dinamakan Cagiva Cucciolo.
Belakangan, sejumlah Pabrikan motor kembali membanjiri pasar dengan kendaraan berkapasitas mesin kecil dan cukup laku terserap pasar.  Tapi cobalah perhatikan, bentuknya ternyata banyak yang terinspirasi oleh kegenitan atau bahkan keseksian Vespa.  Dan kini pun Vespa harus kembali melakukan terobosan, bila ingin kembali populer di tengah pesaingnya.

Asal-Usul Nama Vespa

Rabu, 18 Agustus 2010

vespa_logo_1
Vespa adalah merek sepeda motor jenis skuter yang berasal dari Italia.  Perusahaan induk dari Vespa, adalah Piaggio.  Merek yang diedarkan oleh PT. Danmotor Indonesia ini mempunyai penggemar fanatik, dan klub-klub penggemar Vespa (terutama Vespa klasik) menjamur diberbagai kota di Indonesia.  Vespa menjadi salah satu alat transportasi yang modern sampai saat ini.
Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya ditahun 1884.  Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio.  Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal.  Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api.  Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut.  Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia.  Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.
 
Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio dibom oleh pesawat sekutu.  Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Pabrik Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio).  Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, negara ini miskin, infrastrukturnya didirikan kembali sekitar tiga puluh tahun dan tingkat konsumsinya rendah.  Namun Enrico Piaggio memiliki gagasan yang cocok pada masa tersebut.  enrico20piaggio Sesuatu yang cocok untuk pertumbuhan pasar domestik, kebutuhan mobilitas dan untuk memulihkan industrialisasi.  Enrico menciptakan motor skuter Vespa pada tanggal 23 April 1946 dimana pada waktu itu awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong.  Yang mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.
Konsep Vespa berasal dari Corradino D’Ascanio, Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio.  D’Ascanio sebenarnya tidak menyukai sepeda motor sama sekali, dia menemukan ketidaknyamanan pada roda yang sulit untuk diganti setelah terjadi kebocoran ban dan yang lebih buruk lagi adalah rantainya yang membuat pengendaranya kotor.  Namun dari pengalaman menjadi insinyur penerbangan di Pabrik Piaggio inilah yang membuatnya menemukan solusi untuk semua masalah tersebut. 
D’Ascanio membuat rancangan yang simpel,ekonomis, nyaman dan juga elegan.  D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari teknologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque” atau Unibody Steel Chassis.  Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain.  Di periode inilah awal kelahiran resmi skuter Vespa.

Awalnya nama skuter ini bukanlah Vespa.  Prototipe pertamanya diberi nama MP5, 57)MP5__1945_-4 kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik.  Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ''kaki lima'' merancang papan penutup kaki pada bagian depan.   56)MP5__1945_-3 Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino dikarenakan bentuknya yang aneh.   Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek).

Ketika Enrico Piaggio melihat prototipenya ia tidak menyukainya sama sekali dan meminta Corradino D’Ascanio untuk merancang ulang kendaraan tersebut.  D’ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan lahirlah prototipe keduanya yang diberi nama MP6.
image
Saat Enrico Piaggio melihat protototip MP6 itu, ia mendengar suara dengung di putaran mesinnya seketika itu pulalah secara tak sengaja Enrico berseru “Sembra Una Vespa” (tampaknya seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tak sengaja itu, diputuskan kendaraan ini dinamakan ‘Vespa’ (tawon dalam bahasa Indonesia).


disunting dari berbagai sumber