Setelah masa-masa kejayaan era Racing telah kurang diminati oleh mayoritas scooterist, maka pada dekade 2003-an banyak sekali para pengendara scooter yang mengubah aliran atau kiblat mereka yang semula mengacu pada gaya racer kini mereka mengacu pada vespa kumuh atau yang biasa disebut dengan Rat Bike, Vespa Gembel/Rat Scooter.
Gaya ini sangat bertentangan dengan hakikat asli sebuah penggemar vespa. Dimana vespa yang selalu di identikkan sebagai kendaraan yang lucu, imut bahkan pada saat launching vespa si empunya pun sempat berkata “sembra una vespa” yang di dalam bahasa Indonesia diartikan “vespa tu kayak tawon”.
Setelah era kumuh kini sedikit berkurang, pada awal tahun 2005 hingga tahun 2006 muncullah era baru bagi para scooterist dimana mereka mau merogoh kocek lebih dalam lagi untuk mengoperasi vespa kesayangan untuk di ubah dengan aliran Chopper. Aliran yang umumnya dianut oleh kalangna motor udug atau motor gede, maka menyebarlah sampai ke tangan-tangan kreatif para scooterist ini untuk menyulap motor mereka bak motor chopper. Aliran ini cukup banyak diminati karena di Indonesia sendiri aliran chopper untuk jenis scooter ini baru pertama kali muncul pada awal tahun 2005-an. Hampir pada setiap event banyak sekali kontes yang di buka untuk unjuk kebolehan para builder Scooter Chopper ini.
Seiring maraknya modifikasi vespa chopper ini, hal kritik mengenai modifikasi jenis ini juga muncul dari berbagai kalangan penggemar vespa. Diantaranya yaitu, modifikasi jenis ini merubah bentuk total bodi vespa dan aplikasi rangka monochoque yang diusung vespa dari pabriknya sana cenderung hilang dan kebanyakna dari para builder ini hanya mengambil mesinnya saja dan banyak sekali rangka asli vespa yang hampir tidak terlihat atau malah hilang sama sekali. Dan hal inilah yang membuat ciri khas vespa yang asli menjadi hilang. Selain bentuk Chopper para Scooterist ini juga banyak yang “mengolorkan” (memanjangkan) chassis vespa mereka menjadi 2, 3, bahkan sampai 4 meter. Hal ini seperti inilah yang membuat seorang Scooterist kehilangan jati dirinya sebagai penggila vespa sejati.
Setelah masa Chopper dan Long Chassis kurang diminati oleh kalangan scooterist, kini muncullah aliran Retro. Aliran ini yaitu aliran yang mengembalikan vespa seperti original atau hampir sama dengan original. Tujuan dari aliran ini adalah mengembalikan bentuk semula vespa seperti pada saat kejayaannya dulu. Berbagai aliran Retro dari mods, sampai aliran original pun muncul.
Dari semua tulisan di atas tadi dapat kita simpulkan bahwa berbeda aliran modifikasi bukanlah sebuah masalah namun, meskipun berbeda aliran modifikasi, sesama para scooterist tetap harus bersatu…tulisan ini hanyalah sebagai gambaran dari seorang penghobi vespa yang selalu mengikuti perkembangan Brother Scooterist semua yang ada di Indonesia. Salut kepada bro scooterist semua atas loyalitas yang tinggi terhadap kendaraan asli Italy ini. Lestarikan vespa tua yang tersisa di Indonesia. . . !!!
sumber : think without a PANIC
1 komentar:
wes bos choper orange siapa yang upload tuh?
Posting Komentar